Senin, 21 April 2008

HARI BUMI, TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH

Hari ini 22 April 2008 merupakan Hari Bumi ke-38.Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan pada tahun 1970.

Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional.
Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya.

Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian.
Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana.

bumi semakin tua

Bumi kita yang semakin menua menanggung beban yang semakin berat akibat aktifitas manusia. Secara alami sebenarnya bumi mampu memulihkan kerusakannya apabila siklusnya tidak berubah. Ketika manusia tidak bijak memelihara lingkungan tempat hidupnya maka berakibat siklus pemulihan bumi menjadi normal terganggu. Pemanasan global (global warming) yang menjadi fokus umat manusia hanyalah salah satu akibat yang mulai terasa.

Polusi udara yang sangat hebat menyebabkan panas matahari terjebak dalam atmosfir bumi sehingga menaikkan suhu bumi. Belum lagi pepohonan yang dibabat habis sehingga daur ulang karbon di udara menjadi terganggu sehingga karbon menjadi salah satu unsur yang mematikan di udara.

Akankah kita tetap tidak peduli dengan bumi tempat kita hidup? Bagaimana tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang bertugas memelihara bumi? Tugas manusia memang sangat berat tetapi Sang Pencipta bumi pasti sudah mengukur kemampuannya, maka tidak dipilih jin atau malaikat sebagai Sang Penjaga bumi.

Bacaan: Asal Muasal Makna Hari Bumi 22 April; Menyambut Hari Bumi 22 April

0 komentar: